:: Aaih… sudah purnama lagi tepat yang kedua belas malam ini. teringat dulu saling menatap sambil sama menggurat rasa dilembar putih kita, kau di tepi jendela kota sunyi dan aku diatas bukit beton menikmati kidung rindu menanti. pergi darimu bukan karena membenci hanya sejenak melepas penat yang membekam renjana. jauhku pun bukan berarti ku tak ada cinta. memiliki hatimu memeluk erat masa terindah cinta kita adalah karunia agung sang maha cinta. ijinkan kumengenangmu :Mas.
:: Hmm… perasaan apa ini menyengat ulu hati setiap kali kubisikkan namamu. Rasa apa ini menyayat qolbu saat kukenang wajahmu. Gemetar sekujur badan menggigil panas dingin hingga kedua pipi merah padam saat teringat hangat pelukmu. Bila rasa ini rindu biarlah, bila rasa ini hasrat melayang oh, alangkah. Saat ingin memelukmu hanya tertinggal bayang dan cinta belum lagi milikku aku bahagia, walau hadirmu hanya berujud kenangan :Untuk kekasihku dunia akherat. ya Sudahlah.
:: Kulihat wajahmu kembali ceria dengan larik senyum mengembang penuh. jadi mengapa tak sempurnakan saja yang telah ditata di jalan peta. Cinta yang disemai indah di awal ramadhan ditanganNya segala perkara menjadi mudah. bergembiralah tak ada lagi kerikil menghadang tautan. jangan lagi salahkan kabut hidup jadi penghalang, tolong lembutkan hatimu sebab Tuhan mencatat semua gerak. salamku :untuk mereka yang sedang jatuh cinta
:: Bak pepatah lama, Patah tumbuh hilang berganti mati satu tumbuh seribu. Seperti itulah hidup kita. Ada yang datang ada yang pergi. Ada yang lahir ada yang mati. Ada yang bertemu ada yang berpisah. Nikmati sajaperjalanan ini bukankah hidup mati jodoh rejeki sudah diatur, dan Allah selalu adil dalam segalanya. Tulus doaku semoga segera bertemu yang saling merindu.
:: Lembayung senja disendiriku yang menggantung ataukah letih yang sudah pada titik beku. diam membisu tak bergerak. Tolong…mari nyalakan suluh itu bersama sebelum cahaya apiku lenyap digulita malam, nyaris padam bersembunyi di balik sunyi . Nyalakan api cinta hidupkan dihati karena ini malam bagi para perindu.
:: Tuhan, yang kutakutkan adalah bila aku mencintai seseorang dan membencinya. Lebih menakutkan bila aku membenci seseorang yang mencintaiku. Perjalanan ini Tuhan telah Engkau persiapkan untukku. Jadikan aku seperti bintang dilangitMu yg nampak indah dikejauhan. Jangan jadikan aku matahari jika cintaku membakar hatinya.
:: Bila kerna suatu kelemahan dan kekurangan engkau tak bisa membagi kebahagiaan, itu bukanlah dosa melainkan Allah menghendakinya demikian. Bila yang kau lakukan adalah membuka jalan kebahagiaan untuk orang yang engkau cintai dan itu berhasil, menjadi pahala bagimu seandainya kau paham. Allahumma Amin.
:: Bisakah yang seperti ini ~ menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya dan memaafkan orang yang mendhaliminya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar