Kamis, 01 Desember 2011

curhat teman tentang mantannya

[Curhat Teman] Selalu Teringat Sama Mantan Pacar

REP | 31 May 2011 | 11:06 360 10 1 dari 3 Kompasianer menilai menarik
Beberapa hari lalu, seorang kawan mengirimkan email kepada saya dengan subject: “Curhat Rumah Tangga”. Isinya mengenai sepenggal “kisah cinta” yang juga curhat (curatan hati). Dari cerita yang dipaparkan kepada saya jelas merupakan luapan emosi “masa lalu” yang tertinggal, namun masih terus terpendam dalam.
Sang kawan ini mengisahkan, bahwa dirinya telah menikah selama 10 tahun dengan pria pilihannya yang baik hati, lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang. Namun, katanya selalu saja dia dibayangi oleh wajah sang pacar atau mantan kekasih masa lalunya.
Walaupun jarak tempat mereka berdua tinggal sangatlah jauh, bahkan jauh sekali (kata si penanya; nama saya rahasiakan). Dia sendiri (sang penanya) bekerja dan mengurus segala urusan rumah tangganya, dalam kesehariannya dia sangat sibuk. Namun, katanya walaupun dalam keadaan sibuk selalu saja hadir mantan saya (baca; hadir dalam pikirannya).
Kawan saya ini seorang wanita (nama saya rahasiakan) dan mantan pacarnya itu katanya sudah 14 tahun lebih tidak pernah bertemu muka, berjumpa dan apalagi kontak-kontakan. Rumah tangganya juga baik-baik saja.
Namun dia belum punya anak sedangkan mantan pacarnya itu sudah punya anak. Walaupun katanya sang mantan pacar terpaksa menikah dengan wanita lain. Bagaimana sih saya untuk benar-benar melupakan dia. Demikian kisah yang ditanyakan.

Dalam Islam penentuan jodoh termasuk takdir yang harus diterima, dan dalam keyakinan kita bagaimana jalan hidup, setelah didahului usaha, itulah yang terbaik bagi kita, meskipun kita sering tidak menyadarinya dan tidak bisa melupakan. Namun, suami anda yang sekarang adalah yang terbaik bagi anda yang Allah SWT berikan dan itu harus dijaga
Mantan pacar atau kekasih, meskipun anda pernah dekat dengannya, itu bukan yang terbaik bagi anda. Bahkan dia adalah orang lain, yang tidak boleh (baca; haram) apabila anda saling mencintai dengannya sekarang. Karena dia kini adalah milik orang lain.
Ingatlah bahwa kehadirannya di dalam benak anda adalah pekerjaan rutin setan. Sedangkan Al-Qur’an menyuruh kita untuk menyatakan perlawanan dengan setan. Sebab kalau diikuti, anda akan melukai hati suami, istri orang lain, dan merugikan diri anda sendiri.
Perbanyaklah dzikir, buang semua bekas yang mengingatkan anda dengannya, serta berdoalah kepada Allah SWT agar hati anda kuat dalam menghadapi berbagai cobaan dalam kehidupan ini.
Apalagi rumah tangga anda juga baik-baik saja, tidak ada hal yang “revolusioner”. Memang kehadiran seorang anak memberikan nuansa lain dan berbeda jika belum dikaruniai anak. Teruslah berusaha sebaik mungkin dan ikhtiar juga dengan doa kepada Allah SWT.
Karena bisa jadi, memang anda belum diamanahi momongan dan buah hati dari pernikahan dengan suami. Sabar merupakan kunci utama dan ikhlas merupakan senjata utama. Saya doakan semoga anda bersama suami cepat mendapatkan seorang keturunan.
Saya sendiri punya seorang sahabat, yang diusia pernikahannya menjelang 18 tahun baru dikaruniai seorang anak. Marilah anda dan suami, berikhtiar terus dan berdoa kepada Allah SWT untuk segera dikaruniai anak dan yang lebih penting dijauhkan dari lintasan-lintasan wajah sang mantan pacar atau kekasih anda masa lalu. Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar