- Full work mom : Ibu bekerja di kantor 09.00-16.00 punya asisten rumah (PRT). Waktu yang dimiliki ibu bekerja untuk bertemu dan bermain bersama anak, amat sedikit. Sisa waktu bersama anak, berarti jam 05.00-08.00 (asumsi anak bangun jam 5.00 dan berangkat kerja jam 8), serta dari jam 18.00-21.00 (asumsi sampai jam segitu dan anak tidur jam 9 malam)
- Homework mom: Ibu bekerja di rumah selama 3-5 jam per hari punya asisten rumah (PRT). Waktu yang dimiliki ibu yang bekerja dirumah lebih fleksibel, tapi konsekuensinya memakan jam tidur ibu. Kadang ini menyebabkan jam tidur anak pun, jadi berubah, karena melihat ibunya bangun, dia ikut bangun. Umumnya ibu bekerja dirumah bangun sangat pagi, jam 2, jam 3, lalu bekerja sampai jam 6, baru mengurus anak lalu bekerja lagi larut malam, jam 9 sd jam 12 ketika anak sudah tidur.. Berarti ibu bekerja dirumah punya waktu dari jam 06.00-21.00. Tapii, jangan lupa, pada waktu siang, biasanya ibu bekerja dirumah kelelahan, dan akhirnya pada jam 13-14 tertidur dengan lama waktu yang bervariasi. Hal yang lain yang perlu diperhatikan, ibu bekerja dirumah seringkali juga dikejar deadline pada waktu-waktu tertentu. saat ini adalah saat yang genting, karena bisa jadi emosi terventilasi pada anak.
- Half time Mom : ibu tidak bekerja, tapi tidak punya asisten rumah : Nah waktu yang dimiliki ibu yang seperti ini, dari jam 06.00 - 21.00 sama dengan waktu homework mom kalau ibu memiliki mesin cuci, kalau tidak, maka akan ada waktu yang harus dihabiskan untuk mencuci (sekitar 2 jam sendiri) di waktu pagi/sore.
- Full time Mom. Ibu punya asisten rumah, dan tidak bekerja. Nah, Ibu seperti inilah yang paling banyak waktunya bersama anak, tapi paling sering terserang penyakit 'kejenuhan' sehingga, pada akhirnya akan mencari-cari aktivitas luar, dan nantinya waktu bersama anak sedikit terkurangi. tapi its ok. Waktu ibu bersama anak, adalah selain waktu bersama suami dan melakukan hobby sesekali. itu saja.
pantas saja, kayaknya waktu bermain sama anak2 kayaknya kok kurang.. terus.. padahal sehari-hari di rumah saja..
menurut saya, pekerjaan menjadi half time mother adalah pekerjaan tersulit bagi seorang wanita. pada waktu gadis dulu, saya tak pernah dibebani oleh pekerjaan rumah tangga.saya sibuk aktif di luar rumah. pulang kerumah hanya numpang tidur saja.
begitu menikah kami langsung pisah rumah dengan orang tua dan mertua. tiba-tiba saya bertanggung jawab terhadap satu rumah kecil tempat kami tinggal.
tak punya pengalaman memasak, mencuci, mengurus rumah, de el el. alhasil, bisa dibayangkanlah kondisi rumah saat itu.. hehehe.. kenangan yang tak terlupakan yang tak akan saya biarkan terjadi pada anak-anak saya kelak...
sekarang semua sudah lebih baik walaupun memasak masih bukan pekerjaan favorit saya tapi taste better lah.. pekerjaan rumah sudah under control berkat pembuatan ummi binder management yang didalamnya ada jadwal kegiatan sehari-hari, jadwal2 bersih-bersih, rencana menu, targetan homeschooling una, de el el. nanti insya Allah akan saya buat artikel tersendiri untuk hal ini. kali aja ada yang pernah mumet-met gara-gara kerjaan rumah tangga kayak saya..
alhamdulillah suami sangat pengertian..
selain sulit disisi pekerjaan yang harus selalu dikerjakan setiap hari (karna dulu waktu gadis nggak pernah saya kerjain..) menjadi half time mother juga sulit disisi psikologis dan kognitif.
hambatan terbesar untuk tetap menjadikan keluarga dan rumah menjadi tempat yang menyenangkan dan memberikan kenyamanan dan mendukung perkembangan setiap individu di dalamnya adalah kemandekan seorang ibu
karna itu ibu harus dapat menjaga hati dan pikirannya untuk selalu semangat karna hati dan pikiran ibu dapat mempengaruhi semua hati dan pikiran orang yang ada di dalam rumah itu. kalo seorang ibu lagi bete, bosan, marah-marah.. semua orang di rumah pasti merasakannya
hal-hal yang paling sering membuat saya mandek adalah kebosanan terhadap rutinitas sehari-hari. hal ini bisa diatasi dengan melakukan hal-hal istimewa yang lain dari hari biasanya.. kata kuncinya adalah.. ngajak bapak dan anak-anak keluar rumah..
hal lain yang sering membuat hati dan pikiran sempit dan mumet adalah pikiran bahwa sebagai seorang lulusan s1 universitas ternama, saya seharusnya tidak disini. tidak dalam rumah mengurus hal-hal remeh temeh yang seharusnya bisa dikerjakan orang lain.. saya seharusnya diluar sedang mengerjakan hal-hal besar yang mendukung kemajuan umat dan bangsa.. orang-orang terdekat juga menanyakan keputusan saya untuk berhenti bekerja dan hanya memilih menjadi ibu rumah tangga saja.. kalo hal ini sedang terjadi maka saya harus berhenti sejenak dan berpikir.. merenung.. mencari inspirasi untuk bangkit kembali...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar