Kamis, 01 Desember 2011

curhatan cinta

Assalamualaikum Wr. Wb.
hidup itu adalah perjuangan..selama 10 tahun aku merasakan kehidupanku adalah neraka. apa salah dan dosaku sampai harus melewati semua ini. detik ini saat aku mengirim email aku sudah benar-benar tidak tahan lagi dengan kehidupanku..tak ada yang menghargaiku. aku tak pernah menyalahkan Allah yang telah memberikan keluarga seperti ini kepadaku.
dunia ini benar-benar telah dipenuhi oleh orang-orang kafirdan munafik. sudah tidak ada lagi tempat untuk orang yang sholeh tak ada lagi tempat keadilan. tak ada induk yang tega mematuk anaknya, tak ada harimau yang akan menerkam anaknya. tak ada ibu yang akan tega menyakiti anaknya tapi ternyata hal itu tidak berlaku untuk hidupku. ibu yang seharusnya bisa melindungi, menyayangi dan membenarkan apa yang memang benar tapi ternyata tidak. tapi walau bagaimanapun dia ibu yang melahirkan aku. aku tak pernah bisa membencinya.
keluargaku benar-benar bukan keluarga idamanku. bahkan takkan ada adek yang sangat berani dengan kakaknya. memukulinya, memakinya, mencacinya. adekku benar2 jauh dari hidayah Allah. tapi meski demikian apapun yang dia inginkan selalu saja terpenuhi sehingga membuatnya semakin sombong, angkuh dan egois. di dalam hati sungguh sangat sakit sekali. hanya ayah yang tak pernah menyakitiku.
saat malam semua terlelap dalam tidur aku selalu bangun dan menangis. saat dengan Sang Pencipta itulah saat yang paling menenangkan hatiku. meski saat semua terbangun kembali aku harus mengalami siksaan.
tapi mata dan hati ibuku benar2 telah dibutakan oleh hasutan sehingga hanya aku yang selalu disalahkan. apa yang aku lakukan selalu salah di matanya. ditambah aku yang selau gagal dan ditolak saat mencari kerja dan pendamping hidup. menambah kebencian ibu terhadapku. aku telah berusaha menjelaskan pada ibu bahwa hidup, mati, jodoh dan rejeki adalah rahasia Allah. tapi ibuku tak pernah menggubris perkataanku. meski aku sudah bekerja dengan gaji yang pas2san tetap saja ibuku tak bersyukur.
setelah berdoa dan berusaha apa lagi yang bisa dilakukan oleh manusia? tak ada yang menentukan tetaplah Allah. tapi ibuku tak pernah mau mendengar apapun perkataanku. dan bukankah pendamping juga rahasia Allah. jika berusaha, berdoa dan bercermin telah dilakukan apalagi yang bisa dilakukan. tetap semua urusan itu kembali kepada Allah. hanya Dialah yang berhak menentukan. tapi kenapa aku yang selalu disalahkan??
setiap laki-laki yang dekat denganku hubungannya takkan lama. selalu ada pihak ketiga yang berusaha merusaknya. adekku adalah orang yang paling tidak suka melihatku bahagia. mentang2 dia cantik banyak cowok yang takluk padanya. adek yang benar2 tega mengatai kakanya perawan tua nggak laku udah gitu pengangguran tak ayal jambakan, cacian, makian dan hujatan keluar dari mulutnya. tanpa terasa air mata keluar menetes.
aku menangis bukan karena caciannya tapi aku menangis karena hati adekku benar2 telah tertutup hidayahNya. yang tersisa di hatiku dan membuatku tegar hanyalah keyakinan bahwa Allah tidak akan ingkar akan janjiNya bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. bahkan Dia menegaskannya sampai 2 kali. impianku hanya aku ingin lepas dari semua ini.
semua ini adalah kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar