Apakah sebagai orang tua kita pernah bertanya sama anak kita yang menginjak remaja, “Gimana teman kamu , apakah semuanya asik-asik?”, atau ” Kamu sekarang sudah punya pacar ,belum?”…Atau mungkin, ada masalah nggak dengan pelajaran sekolah kamu?”
Mungkin kita yang bisa menempatkan diri sebagai teman dari anak-anak kita, kita pernah bertanya seperti itu. Tapi kita yang jarang bertemu dengan anak, bisa jadi tidak pernah bertanya tentang masalah yang mereka hadapi. Padahal, anak yang beranjak remaja, mulai lulus SD (istilahnya ABG-Anak Baru Gede), mulai banyak masalah yang mereka hadapi. Mulai masalah menstruasi (ABG cewek), punya pacar, masalah dengan teman (bullying), dengan guru dan masalah dengan sekolahnya. Belum lagi masalah pergaulan bebas dan gempuran media yang mengepung mereka (film, sinetron remaja, internet ). Jelas mereka punya masalah yang kompleks.
Saya sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi praktisi radio.Selalu mendampingi teman-teman yang menginjak remaja untuk bisa sharing dan berusaha membantu menyelesaikan masalah mereka. Saya menempatkan diri sebagai teman yang bisa diajak bicara dan diskusi. Ada Program Suka Suka yang diantaranya mewadahi teman-teman remaja yang online dan via SMS.
Sungguh banyak hal yang sangat mengagetkan saya. Setiap hari hampir seratus SMS yang masuk. Mereka curhat masalah yang menimpa mereka. Kebanyakan mereka cerita tentang pacarnya, dan masalah lain yang sangat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Mereka bingung, tak tahu harus dengan siapa mereka harus cerita. Pertanyaannya adalah, bukankah mereka masih punya orang tua? KEmana ortu mereka? Mengapa tidak ada komunikasi dengan anak? Seberapa sibuknya orangtuanya?
Beberapa hal yang membuat prihatin dari curhat mereka:
- Mbak, kalo pacaran itu apakah wajib kissing?
- Apakah kalau ML satu kali aja bisa membuat hamil?
- Mbak, aku pacaran dengan cowok yang ternyata sudah menikah. Gimana nih diterusin atau tidak?
- Tiap kali aku ketemu sama pacarku, dia selalu minta ML. Aku tidak bisa menolak.Takut diputusin.Gimana nih?
- Mbak , aku disukai sama tiga cowok. Aku harus milih yang mana ya?
Luar bisa seru pertanyaan dari mereka. Ada yang membuat prihatin , ada yang lucu dan ada yang bikin mengelus dada. Nah , apakah sebagai orangtua kita akan membiarkan anak-anak kita terombang ambing dalam masalah yang dihadapinya? Bukankah kita punya tanggungjawab yang besar untuk menjawab semua pertanyaan anak kita?
Jangan biarkan anak kita bertanya pada pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita akan menyesal di kemudian hari. BErikan anak kita buku-buku atau media yang menjelaskan tentang problema remaja. Karena mereka sangat butuh informasi tentang apapun. Tentang proses kedewasaan, info seputar organ seksualnya, info pergaulan yang benar dan info hiburan/komunitas yang baik.Dekatilah anak-anak, jadilah sahabat mereka. Kelak kalau kita sudah dianggap teman terbaik, mereka tak kan bertanya lagi pada orang lain yang tak bertanggungjawab. Karena orangtua adalah sumber informasi terbaik dan terpercaya.
Semoga kita bisa menjadi sahabat anak kita yang beranjak remaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar