Rabu, 30 November 2011

curhat tidak boleh menyesal

Sekarang, dia sudah lulus SMK ternama di Kabupaten Sukoharjo. Beberapa waktu lalu bertemu dengan saya. Dia bercerita banyak hal setelah lulus dari SMK. Kebetulan saya adalah salah satu guru mengajar di sekolah tersebut.
Dia curhat, “Saya pergi ke Kediri beberapa waktu lalu, pak. Saya merasa iri kepada warga di desa tersebut. Dari anak-anak sampai kakek-kakek/nenek-nenek bisa ngomong bahasa Inggris. Dibandingkan dengan saya yang sudah lulus SMK jauh di bawahnya kemampuan bahasa Inggrisnya. Mereka mahir speaking English.” Kurang lebih seperti ini curhatnya kepada saya.
Tanggapku, “Bapak pernah dengan informasi tempat itu.”
Dia melanjutkan curhatnya, “Saya merasa menyesal sekali. Saat aku sekolah di SMK malas, jarang memperhatikan penjelasan guru. Bahkan aku acuh mendengarkan contoh speakingnya. Pada saat itu, pikirku apa gunanya mahir bahasa Inggris. Aku kan anak SMK. Yang penting adalah kemampuan teknik produktifnya.”
Saya pun merespon, “Bapak senang mendengarnya. Alangkah baiknya jikalau adik-adik kelas kamu menyadari akan hal itu, pasti mereka akan lebih serius belajarnya.”
Tak perlu menyesali kalau kita belum mahir speaking English. Yang penting, kita memperbaiki kealfaan kita itu. Kemudian melakukan perbaikan. MENYESAL saja tidak cukup. PERLU ada aksi PERUBAHAN SIKAP, tegasku padanya.
Itu adalah catatan curhat dari murid saya.

media curhat guru

Profesi guru sekarang ini bukan lagi sebagai alternatif ke sekiannya. Bahkan banyak beberapa daerah yang mencoba mengangkat siswa-siswa SMA yang mempunyai kemampuan tinggi untuk dipersiapkan jadi tenaga pendidik. Dengan menyiapkan lebih intensif.
Kondisi lain dibeberapa daerah, profesi guru lebih membahagiakan dibanding profesi pendidik lainnya. hal ini menunjukkan saat ini profesi guru sudah mulai mendapat posisi lebih tinggi dikalangan masyarakat.
Sesuai dengan kondisi tersebut, ada pertanyaan yang cukup memerlukan ketulusan hati dan keseriusan dikalangan guru, yaitu sejauh mana kondisi kesiapan guru dalam mempersiapkan anak-anak bangsa, yang selama ini selalu dikaitkan dengan kondisi negara yang belum terlalu mengembirakan. disaat kondisi ini bergulir, keberadaan sang guru selalu dipertanyaka.
Pada kesempatan ini kami menghimbau kalangan teman guru untuk selalu meningkatkan kemampuan baik dari penguasaan disiplin ilmu masing-masing maupun kemampuan mendidik yang belakangan ini terkesan agak kurang. Dan yang paling penting lagi yaitu kesiapan menjawab tantang dunia global.
sekian dulu, ditunggu Komentarnya bagi yang mampir di sini.

curhat

1
Aku nggak tau apa yang aku rasain, jujur aku belum bisa mensyukuri apa yang Tuhan telah kasih ke aku. Karena aku merasa diriku adalah orang yang paling tidak beruntung diantara orang-orang yang aku kenal. Terkadang aku merasa iri sama mereka. Kok bisa ya, kok bisa mereka itu cantik, putih, kaya, terkenal, dan pintar. Kok aku enggak ? Yang setiap kali aku ingin menangis, ingin teriak ! Apalagi saat aku mulai merasakan ada seseorang yang membuatku jatuh cinta. Seseorang itu sangat berarti buat aku, seakan aku merasa dia yang terhebat untuk aku, tapi aku bukan apa-apa untuk dia , dan bahkan tak sedikitpun dia mengenal aku ! Ya Tuhan, dia ganteng sedangkan aku jelek ! setiap kali aku mengharap untuk bisa bersamanya , tapi aku merasa bodoh banget udah berharap kayak gitu. harapan yang konyol. Aku sadar kok, orang seperti dia hanya untuk cewek-cewek yang kaya, putih, cantik pastinya. Dan aku ? pasti nggak ada apa-apanya di matanya. Apa benar cinta itu hanya untuk orang-orang cantik saja ? Apa benar orang sepertiku tidak layak dapatkan cinta ?
Tuhan, aku juga mau cantik seperti mereka, aku juga mau kulit putih seperti mereka, aku juga mau kaya seperti mereka Tuhan :’( Aku juga mau rasakan cinta darinya.
Aku mau menyentuhnya Tuhan. Aku mau dia mengerti aku.

Selasa, 29 November 2011

curhatan seorang ibu

Curhat Ibu-Ibu --> Peran orang tua


dalam pembentukan karakter Anak

08/29/2008
----- Original Message -----

From: Lukie Damayanti

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Curhat Ismail (behaviour / SI ??)

Sudah sejak saya punya ponsel baru ituuuuu (weeee) anak2 suka tuh nyolong2

ngambil tuh ponsel sambil dimain-mainkan. Saya bosen and capee ngelarang2 anak2, ya dah kalo rusak ya nasib saya lagi... :-( Nah mereka suka nyoba2 pencet sana sini, foto ini itu, rekam short video ketawa ketiwi. Begitu juga nasib digicam kami. Saya sering sekali mergoki Ismail-lah yang memegang ponsel tsb, dan lama2 Rafii' (kakaknya) weleh, gak selera untuk pegang tuh ponsel.Akhirnya kepala saya udah scr gak sadar melabel "Ini ulah Ismail".

Yang Ismail suka adlah main game yg cuman satu itu : soccer. Lama2 dia apal

bendera-bendera negara dgn klub sepakbola dunia yg beken2. Dan nanya "Kenapa

gak ada Indonesia ya mi ??" (hiks). Sampai suatu ketika saya lihat hasil foto gak keru2an di digicam saya ada yg menarik : bukti "kejahatan" Rizqi !!

Di foto itu (sequence) saya lihat Rizqi memanjat rak, kemudian foto lain dia mengambil ponsel dr atas rak yang sedang dicharge, foto lain dia memainkan ponsel di lantai dgn posisi ponsel masih di charge terjulur ke bawah..., sambil duduk di bantal! (sorry gak ada hubungannya tapi sekedar curhat betapa pusingnya dgn 3 kurcaci dekil ini). Nah ehhh saya kesalnya waktu ditanya (ponsel saya tinggal dicharge, kenapa ilang dr tempat nge-charge), si Rizqi bilang "gak tau miiiii, Ismail itu!!, Rizqi gak ambil...", begitu juga jawaban Rafii kakaknya, sampai saya guemes sama Ismail, berhubung saya juga dah melabel ini pasti Ismail)... Kadang2 saya rasa saudara2 Ismail memanfaatkan Ismail juga seh, saya khawatir deh... Rizqi ini paling galak sama Ismail, kecemburuannya pd Ismail sangat besar,

cenderung melukai dgn kekerasan (mukul, menggigit, dst...) dan taking advantage on him. Poor Ismail. Tapi Ismail ini emang super cengeng ...., tapi lembut hati, Gak pernah mau bales perlakuan kejam adiknya (baca: jarang) Tapi kalo dah puncaknya dihajar habis tuh Rizqi. Cuman sebelnya, sering mewek dan sedikit2 mengadu : "Mommy............Rizqi........., Mommy Rafii'........" Akhirnya sodara2nya kesal banget

Kembali ke lap top .....,

Akhirnya, saya sering mendapati ponsel saya mati (battnya abis, gara2 dimainkan mulu), dan itu bisa tergeletak dimana2. Setelah saya charge juga bisa ngilang gitu. Akhirnya saya sering mendapati message yg out of date!....

Saking senengnya Ismail mainkan tuh ponsel, kalo saya lagi absen dimana tuh anak, serempak kedua saudaranya (kakak dan adiknya) bilang "diatas, mainkan ponsel mommy!" Saya langsung mikir : "Autistic - attach to something..." wah gawat..... Apa karena saya dah mulai bocor2in tuh diet..., udah lama she mulai bocor2nya, tapi kenapa baru belakangan ini (bocor2 10 bulanan, sementara ponsel saya baru kira-kira 3 bulanan kalo gak salah). Suatu saat saya cuapek banget trus nidurin Rizqi di kamarnya bareng sama Rafii juga di bed terpisah. Nah siang2-sore gak ada orang sama sekali kecuali saya dan kurcaci tiga itu..., semuanya ngantuk dan tidur kecuali Ismail sendiri. Saya secara normal menghindari menempatkan Ismail pd situasi spt ini ..., tapi itu mata gak bisa "dijagrak" kelopak matanya.... Tapi yah dasar emak2, tuh

kesadaran separuh2, separuh masih bisa memonitor gerak Ismail, sedangkan raga saya tidur.... Saya sering begini ini, gak tahu kenapa. Belakangan saya tahu pd kondisi spt ini mahluk lain mudah memasuki kita (hhiiiiiiiiii ngeriiiii). Saya tahu Ismail hilir mudik, masuk kamar dimana saya tidur, keluar lagi, masuk kamar sebelah keluar lagi sambil bawa2 ponsel saya... (btw saya kalo tidur separuh mata aja yg tertutup wakakaka.... bener ... sampai sering dulu kakak saya bingung serta kecolongan). Trus lamaaa dia gak lewat2 lagi. Nah, saya jadi khawatir (otak saya) dan menyuruh raga saya untuk bangun..., dan mencarinya (khawatir bahaya).

Sontak saya tahu Ismail ada di kamar saya, dan saya kaget banget lihat ponsel saya "prothol" satu2...... Saat saya menegur dgn sekian desibel di belakangnya Ismail kaget dan panik. Dia bilang "minta maaf mami, aku cuma mau betulkan ponselMU (penyakit berbahasa dia)..." sambil buru2 meraih tangan saya, cium tangan (duh berasa maminya galak banget yak.... :-P, pdhl dia itu paling pinter ngambil hati dan tutur katanya lembut.. gak pernah berbicara dgn nada tinggi dan keras. Tapi teriak2 gak ada makna kalo kesal ya juga seh). Aku pikir walahhhhhhh emang daku gak ditakdirkan punya ponsel...... Tuh selongsong ponsel terpisah, tutup dan badan dgn machinenya, baterai ada di sebelah mana, ada pecahan bahan seupil, dan saat saya bereskan saya gak sadar ngeberesin kartu mentari perdana gratisan abis ikut lomba mewarnai yg saya simpan di laci.. Saya buru2 pasang tuh baterai, mereka2 bagian kecil yg prothol dan mencoba menghidupkannya. Ternyata hidup! Ughhhhh lega!...

Esoknya saya kepasar setelah anak2 sekolah. Menjelang ke pasar ditelpon tetangga. Trus stlh tahu saya mau ke pasar, tetangga nitip dua item untuk dibelanjain serta ngingetin saya bawa ponsel kalo2 dia mau titip lagi (saya gak biasa bawa ponsel :-P). Sepulang dr pasar saya langsung antar (sebelum pulang), eh dia bilang kurang satu item, dia sms katanya. Saya cek ponsel di rumah tetangga saya itu : gak ada tuh....!

Sampai rumah saya inget untuk tanya sesuatu ke ibu saya di Surabaya. Saya

telp pakai telp rumah. "detilnya sudah saya sms kan kata ibu saya...." Oh ya

nanti saya cek. Gak ada juga!.

Trus saya inget lagi kerjaan volunteer saya (volunteer selama 2 th starts on the day I move to BPN) Saya gak apal nomor koperasi dan kantin. Saya telp via ponsel. Lha kok "gak bisa digunakan" gitu kata2 dari jawaban yg saya dengar... Eh emang berapa sisa pulsa ?? Udah membayangkan abis, jangan2 dimainkan Ismail kemarin. Berhub saya pakai XL, saya lihat *123# lha kok jawabannya bukan sisa pulsa, tapi message bla bla bla.... Hahh ??? Kok mentari ????? Busyet! saya buka ponsel saya, dan emang bukan nomor saya yg XL!!! Dimana SIM card saya ???

"Ismailllllllllllllllllllll................!!!!!!!"

PANTESAN.........!!!!!!!!

Dia udah ganti dgn SIM CARD dari kartu PERDANA yg saya simpan di laci! Kok

ya bisaaaa gituuu, memisahkan sim card mungil itu dari kartu besarnya,

membuka dan melepaskan kartu XL saya, lalu memasang gantinya -- > mentari.

Pdhl NOKIA kan mesti sedikit dicungkil, disliding, lalu ditekan....

Dari mana dia tahu ??? Saya mesti buka manual saat pertama saya pasang krn

gak ngerti cara pasangnya, susah dibuka... (biasanya pakai Sonny Ericson).

Kok bisa2nyaaaaaaaa....

Sebetulnya ini bagian dari "attach" to something itu gak sih ???

Satu lagi kekhawatiran saya : belakangan ini kebiasaan buruknya duluuuuuuuu

dan udah hilang selama 2,5 th muncul lagi... : Menggobok2 pusarnya dimanapun

juga bagaimanapun juga : sambil duduk, sambil jalan, sambil lihat buku, apalagi tidur! Pendeknya satu tangan dia itu nempel ke pusar deh! Apa juga karena diet yg udah bocor2, tapi kenapa baru belakangan ini aja ?? Bagaimana pak Taufiq melihat hal ini ? Apa penyebabnya kira2 ? Nah yg bikin saya kaget komentarnya Rafii "Mi, Ismail tuh ubek2 puser lagi.... aneh! bawa aja ke dokter mi!" Halah..... pusing!

Satu lagi Ismail ini susah sekali diajari mengayuh sepeda, seperti gak punya tenaga untuk menekan pedal sepeda. Sementara kalo berenang gerakan kakinya yang cipak cipuk air (atas bawah) bagus dan cepat... Gimana ya ngajarinnya ???

Kalo pendekatan mbakyu Ita gimana nih ? Ada saran ??

Tapi lucu juga loh, pernah sambil dia ngomong ke saya tentang sekolahnya,

matanya ngelirik ponsel yg tergeletak di meja samping saya, tangannya obok2

udel ... mendekat ke meja , lalu keduluan saya ngomong "hayooooo mau ambil

ponsel mommy yaaaa !", langsung dia nyengir melihat mata saya sementara

tangannya yg satu tetep pegang pusar, dan tangannya yg lain pegang meja

dimana saya taruh ponsel itu sembari berkata "enggak..., Ismail cuman pegang

meja kok!" NGELESSSS tuh anak! WOW bisaaaaaa aja!!!! Dgn senyuman tengil

lagi!

Saya bingung nih, semakin besar dan semakin komunikatif, saya justru gak tau

mesti ngapain sama Ismail. Sementara perilakunya yah masih aneh2, tapi dia

bisa menjelaskan!

Kayak kemarin saya dapet surat pemberitahuan dr sekolah Ismail yang selintas

saya baca bahwa dia mesti bawa sikat gigi ke sekolah, ada kunjungan dokter gigi dst dst. Cuman saya lupa kapan...... Saya ubek2 rumah gak ketemu2 juga. Dgn agak2 mengeluh asal ngomong (gak yakin yg diajak omong ngerti) saya nanya Ismail sambil ngupas mangga (gak lihat mata Ismail, cenderung asal...) "Is, mommy cari2 tuh surat dr sekolah yg kemarin kok gak ketemu2 yaa.... kapan sih Ismail mesti bawa sikat gigi ??" desperado... Eh dia jawab "Kamis mommy, nanti Kamis ada dokter gigi". HAH saya terperanjat aseli!!! Trus saya iseng komentar "jadi besok ya......" Eh dia jawab "ya gak lah...., besok kan hari Rabu" ... usilnya kumat "Emang sekarang hari apa" - ngetest berlanjut "Hari ini kan Selasa mommy!" Halah.... menjelang berangkat sekolah (naik antar jemput) saya iseng lagi "Is, kamu gak pakai dasi kayak mas Rafii'?" mereka brangkatnya dgn antar jemput yg sama. Ismail bilang "Gak lah.... skg kan Selasa!, pakai dasi kalo Senin!" BUSYETTTTTTTTT !!! Dia jauh lebih ADVANCE dari kakaknya : Rafii' yg dah kls 3 itu!

Oalah.... sometime saya pikir dia hebat banget, tapi disaat bersamaan

tingkahnya masih aneh2 banget!!

Ada yg punya situasi yg sama dgn saya gak yah ?? Saya malah jadi out of

focus dgn kondisi Ismail skg... :-( Helppppppp

Salaam,

Lukie

komunitas pencinta puisi

Mimpi anak-anak

Melompati pagar berduri siang hari
Menghambur sambangi tanah lapang berilalang
Mengarungi air hingga tengah telaga

Tawa riang, cahaya di binar mata itu ada

Serantang bekal mimpi tentang matahari
Saat awan kelabu, melompat girang menanti hujan
lalu berlari hingga batas langit menunggu pelangi

Anakanak dan khayalan seribu cahaya bintang
Lalu Menembang rembulan, memanggilnya turun saat malam
menunggu kunangkunang sinari wajahnya

bermimpi tentang ayah dan ibu yang menggantung di langit
Melukiskan tawatawa suka dan celoteh yang sempurna

Atau memaknai aksara dan angka, menghitung bilangan hari dengan jemari

Anakanak mengeja namanya di setiap doa, ajari kita bahwa rindu dan cinta itu ada

curhat bisnis pendidikan

Re: [CURHAT] Daku tak paham "Bisnis Pendidikan"

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ibu Arie Yth...

Kenyataannya memang begitu kok Bu, mereka skrg lebih mengutamakan
komitmen orangtua untuk berpartisipasi dalam komunitas sekolah alam
secara total sampai ada pertanyaan: apakah anda bersedia bolos kerja
demi kegiatan sekolah anak, bukan cuma ibunya saja tapi juga
bapaknya, jika bapaknya ada meeting penting di kantor & outing di
sekolah alam mana yang didahulukan, apakah rela menyumbangkan apa
saja demi sekolah dll.

Anehnya lagi ada email2 japri pembelaan dan sanggahan dari pihak2 yg
mengaku sebagai komunitas orang tua murid sekolah alam sampai capek
saya membacanya, mereka sangat bangga dengan komunitasnya dan
menganggap kegagalan saya dalam interview akibat saya berpikir
sekolah adalah tetap penitipan anak & saya oang tua yang tidak
komitmen terhadap pendidikan anak, siapa mereka gitu lho, baru
ketemu sekali hari itu sudah lancang menilai saya yg membesarkan
anak saya hampir 7 tahun ini sebagai orangtua tidak punya komitmen?.

Lalu minat & bakat anak saya yg sangat mencintai alam & lingkungan
sama sekali mereka abaikan, mereka cuma perlu satu hal; komitmen
orangtua untuk membiayai sekolah secara urunan di luar uang pangkal
& SPP, minat anak saya kepada alam & lingkungan?, sptnya tidak
penting di sekolah alam...

Anak saya mau masuk SDIT dekat rumah, minatnya kepada alam akan saya
fasilitasi dengan sekolah alam sesungguhnya bukan yg palsu seperti
di sekolah alam yg saya temui tsb, ada kolam ikan, ada kebun, ada
gazebo, outing ke alam, suasanannya pedesaan, tapi terasa garing dan
hampa karena kehilangan makna, anak saya akan belajar langsung
kepada alam bersama teman, guru, & orangtuanya...

komunitas curhat muslim

Bismillah,
Sebagai seorang manusia, kesulitan hidup merupakan salah satu hal yg tidak mungkin dihindari. Kemiskinan, hutang, ujian tidak lulus, suami selingkuh, istri lari dari rumah, anak yg ugal2an, merupakan sebagian contoh dari kesulitan hidup tersebut.
Islam, sebagai solusi hidup, seringkali dilupakan. Akibatnya banyak orang stres dan mencari hal2 lain sebagai pelariannya. Mulai dari narkoba, sex bebas, hingga senjata pamungkas, bunuh diri, dijadikan solusi karena keterbatasan akal dan hati mereka untuk bisa mengatasi masalah yg dihadapi.
Sebagai contoh terakhir adalah bunuh dirinya seorang lelaki di masjid Istiqlal saat sholat Idul Fitri lalu. Dari beberapa berita yg saya baca, lelaki itu sempat mondar mandir berkali-kali sebelum melakukan bunuh diri. Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa lelaki tersebut sedang mengalami kesulitan hidup. Saya yakin, pria tersebut sudah berada dalam keadaan linglung, dengan pikiran yg tidak fokus, cenderung mengambang.
Itu satu contoh.
Contoh lainnya, seorang anak yang mencari pelampiasan ke minuman keras dan narkoba, karena kondisi keluarganya yg sedemikian semrawut. Klise memang, tapi contoh dari anak tersebut sebenarnya tidak hanya terjadi di golongan kaya, tapi juga di golongan miskin. Paling berbahaya memang jika terjadi di golongan miskin, karena mereka tidak mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dari contoh kasus (yang sebenarnya masih banyak lagi contoh2 lain), sebenarnya yg dibutuhkan adalah komunikasi dan diskusi.
Manusia terkadang terlalu naif, bahwa masalah2 hidupnya bisa diatasi dengan materi. Padahal, sebenarnya lebih banyak lagi masalah yg bisa diselesaikan tanpa materi.
Maksudnya?
Kita ambil contoh orang yg bunuh diri itu. Sebenarnya, tindakan nekadnya itu bisa dicegah jika ada orang yg mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Barangkali tidak perlu memberi bantuan materi (uang), tapi bisa melampiaskan kekesalan dalam hati bisa jadi suatu hal lebih dari cukup.
Di beberapa negara maju, Amerika Serikat misalnya. Para pecandu narkoba bisa sembuh dari kecanduan, setelah mereka berkumpul dengan para pemakai, lalu masing2 curhat dan mengeluarkan unek2nya, dalam hal apapun. Masalah keluarga, pekerjaan, keuangan, dst dst dikeluarkan dalam grup itu. Mereka mengeluarkan isi hatinya, saling mendengar, saling memberikan solusi (meski hanya sekedar omongan) serta BERSIMPATI DAN BEREMPATI atas masalah yg diungkapkan rekan grupnya.
Dan hasilnya? Banyak para pecandu narkoba (dan minuman keras) yg akhirnya benar2 bisa sembuh.
Blog ini seringkali mendapat pertanyaan, baik berupa komentar ataupun email ke pemilik blog. Mereka mengeluhkan ini itu, bertanya ini itu. Mulai dari hal sepele, misalnya onani, keinginan nikah beda agama, dan banyak lagi.
Saya berusaha menjawab dan mencari solusinya, tentunya sebatas yang saya bisa (dengan sedikit ilmu yg saya ketahui). Dan seperti yg saya jelaskan di atas, kebanyakan dari mereka TIDAK BUTUH SOLUSI MATERI. Balasan 1-2 paragraf, yg menenangkan hati mereka, jauh lebih dibutuhkan.
Beberapa bahkan mengalami masalah keluarga yg sedemikian pelik, yg membuat saya menjadi (mesti) lebih banyak bersyukur lagi, karena jika saya yg mengalaminya, saya tidak yakin kuat menghadapi itu.
Sayangnya, saya belum menemukan komunitas curhat muslim, terutama muslim Indonesia.
Salah satu penyebabnya, ini baru prakiraan kasar saja:
1. Tidak ada uangnya.
Kondisi yg kian serba egois, materialistis, hedonis, membuat orang hanya berpikir materi sebagai solusi. Bahkan untuk mendengarkan pun, si ‘korban’ mesti mengeluarkan uang. Bukan berarti saya ‘menyalahkan’ para psikiater, karena mereka menuntut bayaran untuk curhat yg mereka dengar. Tapi, saya ‘menunjuk’ KITA….YA, SAYA DAN ANDA, yg barangkali tidak pernah berempati dan bersimpati kepada orang2 yg mengeluarkan curhat mereka pada kita, hanya karena anda tidak melihat keuntungan dari apa2 yg mereka ceritakan.
2. Bukan empati yg didapat, malah cacian, ancaman, dst.
Untuk poin 2 ini, saya hendak menyindir para ulama dan orang tua, yg begitu mudahnya marah dan mengeluarkan dalil2 ancaman neraka terhadap orang2 yg ‘tersesat’.
Sebagai contoh, ada 2 anak muda yg berzina hingga hamil. Bukannya berusaha untuk menenangkan hati keduanya, terlebih anak perempuan yg sudah hamil, para orang tua (dan juga ada ulama) malah memakai dalil untuk mencap para pezina ini sebagai penghuni nereka.
Ada juga yg bercerita, katakan V, bahwa dia dimusuhi banyak orang karena dianggap merebut suami orang. Gara2nya, si bos, yg naksir dia, adalah suami dari seorang ibu. Baik, katakanlah dia ‘merebut’ suami orang, tapi kita toh mesti melihat dari sisi lain, sisi si bos, yg malah ‘menjanjikan’ macam2 kepada V.
3. Perlakuan yg tidak adil.
Ini terkait juga dg no 2. Kita sering melakukan tindakan tidak adil kepada orang yg curhat dan membicarakan masalahnya. Jika yg cerita adalah ‘musuh’ kita, kita cenderung mengabaikannya. Atau malah memberi saran yg ‘menjebak’, dalam artian, malah membuatnya kian sengsara dan terjerumus dalam kejelekan.
Sementara jika teman dekat yg bermasalah, apapun kita lakukan.
Sebenarnya, saya punya keinginan untuk mendirikan satu grup untuk diskusi atau curhat tentang masalah mereka. Hanya saja, saat ini yg bisa saya lakukan hanyalah diskusi via email atau mengirim pesan singkat melalui instant messenger.
Mengapa saya ingin membuat grup itu? Tidak lain untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati, serta pada akhirnya saya akan lebih banyak lagi bersyukur bahwa kita ternyata jauuuhhh lebih beruntung dari orang lain yg mengalami masalah yg lebih berat.
Semoga satu waktu nanti, impian saya ini bisa terwujud. :-)
Tapi setidaknya, mulai hari ini anda bisa mulai lebih bersimpati dan berempati pada orang2 yg curhat kepada anda.

Jumat, 25 November 2011

curhat anak rajin

Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang. Juga mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan. Suatu hari ia tersesat di hutan. Hari sudah gelap. Akhirnya Mogu memutuskan untuk bermalam di hutan. Ia bersandar di pohon dan jatuh tertidur. Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. “Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?” Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling. “Aku disini. Aku pohon yang kau sandari!” ujar suara itu lagi. Seketika Mogu menengok. Alangkah terkejutnya ia! Pohon yang disandarinya ternyata memiliki wajah di batangnya. null
“Jangan takut! Aku bukan makhluk jahat. Aku Tule, pohon pengetahuan. Nah, perkenalkan dirimu,” ujar pohon itu lagi lembut. “Aku Mogu. Pencari kayu bakar. Aku tersesat, jadi terpaksa bermalam disini,” jawab Mogu takut-takut. “Nak, apakah kau tertarik pada ilmu pengetahuan? Apa kau bisa menyebutkan kegunaannya bagimu?” tanya pohon itu. “Oh, ya ya, aku sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Aku jadi tahu banyak hal. Aku tak mudah dibodohi dan pengetahuanku kelak akan sangat berguna bagi siapa saja. Sayangnya, sumber pengetahuan di desaku amat sedikit. Sedangkan kalau harus ke kota akan membutuhkan biaya yang besar. Aku ingin sekali menambah ilmuku tapi tak tahu bagaimana caranya.” “Dengalah, Nak. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak sekali orang mencariku, namun tak berhasil menemukan. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus akan pengetahuan yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan. Bersediakah kau?” tanya si pohon lagi. Mendengar hal itu Mogu sangat girang. Sejak hari itu Mogu belajar pada pohon pengetahuan. Hari-hari berlalu dengan cepat. Mogu tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Pengetahuannya amat luas. Suatu hari pohon itu berkata, “Mogu, kini pergilah mengembara. Carilah pengalaman yang banyak. Gunakanlah pengetahuan yang kau miliki untuk membantumu. Jika ada kesulitan, kau boleh datang padaku.” Mogu pun mengembara ke desa-desa. Ia memakai pengetahuannya untuk membantu orang. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis… Akhirnya Mogu tiba di ibukota. Di sana ia mengikuti ujian negara. Mogu berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad. Raja amat kagum akan kepintarannya. Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda ini tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja. “Tuan, Mogu. Hari ini hamba ingin mengajukan pertanyaan. Anda harus dapat menjawabnya sekarang juga di hadapam Baginda,” kata pejabat Monda. “Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan,” jawab Mogu. “Berapakah ukuran tinggi tubuhku?” tanyanya. “Kalau hamba tak salah, tinggi badan anda sama panjang dengan ujung jari anda yang kiri sampai ujung jari anda yang kanan bila dirintangkan,” jawab Mogu tersenyum. Pejabat Monda dan raja tidak percaya. Mereka menyuruh seseorang mengukurnya. Ternyata jawaban Mogu benar. Raja kagum dibuatnya. Pejabat Monda sangat kesal, namun ia belum menyerah. “Tuan Mogu. Buatlah api tanpa menggunakan pemantik api.” Dengan tenang Mogu mengeluarkan kaca cembung, lalu mengumpulkan setumpuk daun kering. Ia membuat api, menggunakan kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama kemudian daun kering itupun terbakar api. Raja semakin kagum. Sementara Tuan Monda semakin kesal. “Luar biasa! Baiklah! Aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas, kau pasti tahu dimana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana,” ujar Raja. Mogu ragu. Setelah berpikir sejenak, “Hamba tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius. Raja menyanggupi. Setelah menempuh perjalanan jauh, sampailah mereka di tujuan. “Salam, Baginda. Ada keperluan apa hingga Baginda datang menemui hamba?” sapa pohon dengan tenang. “Aku ingin menjadi muridmu juga. Aku ingin menjadi raja yang paling bijaksana,” kata raja kepada pohon pengetahuan. “Anda sudah cukup bijaksana. Dengarkanlah suara hati rakyat. Pahamilah perasaan mereka. Lakukan yang terbaik untuk rakyat anda. Janganlah mudah berprasangka. Selebihnya muridku akan membantumu. Waktuku sudah hampir habis. Sayang sekali pertemuan kita begitu singkat,” ujar pohon pengetahuan seolah tahu ajalnya sudah dekat. Tiba-tiba Monda menyeruak bersama sejumlah pasukan. “Kau harus ajarkan aku!” teriaknya pada pohon pengetahuan. “Tidak bisa. Kau tak punya hati yang bersih.” Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi namun mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.

curhat sahabat

Heya fellas,

Nama gw wulaan , gw ada masalah niih dengan dengan temen gw dikelas

Adakah yang bisa bantu gw .... ??

Gini yaaa ,,,, gw mau sedikit curhat * cielaaaaah bahasanya itu lhooo * hehhee

To the point aja yaa ..

Sebenarnya gwe pengen banget punya sahabat dan temen2 yang sayang dan peduli sama gw di kelas . Karena hampir 1 tahun lebih ini, gw belum punya sahabat yang sayang kecuali sahabat sebangku gw . Gw bersyukur punya soulmate yang sayang sama gw, tapi rasanya gw ingin menambah banyak sahabat yang banyak di kelas gue ini .

Entah kenapa rasanya suliiiiiit banget bisa dapetin sahabat yang sayang sama gw, padahal dari tiap tiap kelas, gw punya banyak sahabat yang sayang sama gw . Sayang bangeeet . Gw pun bingung, kenapa gw lebih cepat punya banyak teman dari luar sana ..

Apakah temen2 gw dikelas tidak menyukai sifat gw ? memang gw sedikit pelit , tapi itupun pelit dalam ulangan . Apa salahnya cobaa ? dari hal hal kecil , rasanya gw hanya dimanfaatkan jika ada butuhnya aja . Dan ketika gw mau minta tolong , tak ada satupun yang mw ngebantuin gw , Kecuali sahabat sebangku gw .

Gw sedihhhh bangeet , dan rasanya gwe pengen kembali ke masa lalu ..karena gw bersyukur banget punya sahabat dari kecil sampai segede gini , mereka masih sayang sama gw ;(

Nahhh .... itulah masalah gw yang pengen gwe pecahkan ..

Ada yang bisa ngebantuin gw untuk keluar dari masalah ini ??

mendengar curhatan anak

Saya selalu percaya, mendengar adalah sebuah kebaikan. Memberi telinga kita kepada orang lain, menampung cerita, adalah sebuah amal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Mendengar penting dilakukan manusia kepada sesama. Apalagi bagi anak-anak. Mereka pun manusia yang harus didengar suaranya. Saya percaya, mendengar cerita anak-anak (dan remaja) adalah salah satu cara mudah untuk menyelamatkan anak bangsa.
Sebutlah istilah mendengar cerita dengan kata ‘curhat’. Anak dan remaja dalam usianya yang penuh gejolak perkembangan, tentu menyimpan segudang cerita yang ingin dicurhatkan. Cerita ini dapat disimpan dalam hati mereka, atau dapat mereka bagi ke teman sebayanya. Orang tua mendapat kewajiban utama sebagai orang yang harus tahu curhat anak. Mendengar curhat anak adalah wujud kasih sayang mendasar sebab itu adalah bentuk perhatian sederhana yang tulus.
Tidak hanya orang tua yang bisa mendengar cerita anak. Setiap dari kita pun bisa, sebab tidak ada alasan tidak bisa, kecuali memang tidak ingin peduli pada anak. Kita bisa dengar cerita adik kecil kita, saudara sepupu, adik pacar, anak tetangga, anak penjual koran, murid sekolah, atau pengamen anak di jalanan. Ketika niat mendengarkan sudah ada, kita tinggal ciptakan sapaan, kemudian pertanyaan.

Dengan mendengar curhat anak, kita bisa mengetahui pengalaman yang telah dilaluinya. Cerita bisa menjawab pertanyaan guru di kelas, di-bully teman sekolah, tak bisa main bola di tanah lapang, atau kurang setoran ke bos ngamen, bisa kita peroleh ketika curhat. Telinga yang kita pasang akan sangat berharga untuk anak sebab mereka mendapat tempat untuk mengeluarkan masalahnya. Keluhan anak itu merupakan cerminan masalah negara pula. Anak menjadi subjek utama di sekolah. Kebaikan dan kekurangan yang terjadi dalam sistem sekolah bisa dilihat dalam cerita anak. Tidak tersedianya lahan bermain atau tidak punya waktu bermain sebab harus bekerja di jalan juga merupakan masalah sosial negara. Seringkali kita mendapati permasalahan sosial pendidikan anak yang diangkat dalam wacana pemerintahan bersumber dari pemikiran orang dewasa saja. Padahal masalah sebenarnya harus kita dengar langsung dari anak sebab merekalah yang mengalami keterlibatan utama.
Jadilah teman curhat anak. Saat anak mendapat rasa nyaman, pembelajaran dapat masuk dengan lebih mudah. Kita semua tentu percaya, belajar dapat dilakukan di mana saja, tak harus didapat di bangku sekolah formal. Pelajaran yang tertulis dalam rangka akademis pun bisa disisipkan di sesi curhat anak itu. Nasihat hidup bisa dibagi saat mengobrol sebelum tidur. Kisah ilmu alam atau matematika bisa diceritakan ketika jalan-jalan. Saya pikir, kuncinya adalah bersabar untuk jadi teman anak. Hubungan yang terbuka dan akrab antara anak-anak (dan remaja) dengan orang dewasa akan memudahkan kita menyelamatkan keseluruhan bangsa Indonesia.

curhatan cinta

Apa sih masalah remaja masa kini?
Cinta?
Teman?
Sekolah / kuliah ?
Yah, yang di atas semua benar kok. Karena saya sedang mengalami salah satunya juga. Hehehe. Saya bukan orang dengan latar belakang psikologi. Jadi gag mungkin saya bisa ngomong panjang lebar tentang masalah remaja. Hanya saja, tadi sewaktu saya muncul dengan muka ditekuk berlipat-lipat di depan teman-teman seperjuangan saya, ada yang langsung menyeletuk, “Kena masalah remaja neh. . .”
Masalah-masalah seperti ini, yang kadang dianggap remeh oleh banyak orang, bisa saja menjadi penting bagi sebagian orang yang lain. Contohnya saja di Jepang. Jepang termasuk negara yang memiliki tingkat bunuh diri yang cukup lumayan *sok tau mode ON*. Dan kebanyakan adalah karena mereka memiliki masalah dengan teman seperti digencet atau istilah kerennya bullying, atau memiliki masalah dengan pelajaran karena tingginya tingkat persaingan disana. Bahkan di Solo kota saya tercinta pun, pernah ada orang yang berniat bunuh diri karena ditolak cintanya. Bah, gila benar.
Jadi akankah hal-hal seperti ini dibiarkan? Para orang tua yang anaknya masih remaja, perhatikan mereka ya. . . Karena mereka yang kelihatannya tak punya masalah mungkin saja memendam sesuatu. Tidak harus dengan menginterogasi kami yang masih  imut-imut ini *hueek :D * tapi dengan mendampingi dan selalu ada saat dibutuhkan. Begitu juga kalo saodara-saodara punya teman. Perhatikan mereka. Karena tak semua orang bercerita dengan cablaknya permasalahan mereka. Setertutup apapun, sebenarnya tak ada orang yang suka sendirian kan. Selalu ucapkan you’ll never walk alone *bukan jargon klub sepakbola hlo* pada orang-orang yang kita sayangi. Karena kita tak kan pernah tahu apa yang akan terjadi

Kamis, 17 November 2011

curhat masalah anak sekolah

Curhat masalah anak di sekolah
11/04/2006
----- Original Message -----

From: DA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Akhirnyaa....bisa cuthat juga..

Kuping ini rasanya panas kalau dengar ada orang yang ngomongin masalah anak autis. Seminggu yang lalu, di TK anakku, ada sekumpulan ibu2 yang ngomongin si 'A' (anak autis di kelas anak mereka, yang menurut mereka sangat mengganggu, dan tidak seharusnya bersekolah di TK itu.

Hari jumat kemarin, ada satu orang tua murid yang marah2 sama pengasuhnya Izzan juga guru kelasnya, karena anaknya digigit sama Izzan. Sampai bilang bahwa dia akan keluarkan anaknya kalau Izzan enggak keluar dari sekolah itu. Sebagai ortu, saya sangat mengerti perasaan si ibu itu. Sabtu kemarin saya datang ke sekolah untuk bicara sama guru kelasnya Izzan, ternyata menurut gurunya, anak yang digigit itu memang pernah digigit sama Izzan beberapa hari yang lalu, karena dia ganggu Izzan. Terakhir tangannya memang biru, tapi itu karena dia gigit sendiri tangannya.

Walah.... Bingung musti gimana..

Ada yang punya pengalaman atau saran buat saya?

Terima kasih.

Sifat Jujur

Islam sebagai agama terakhir, mempunyai konsep akhlaq yang begitu indah untuk diterapkan, semua merupakan pancaran cahaya petunjuk  Al Qur’an, yang diejawantahkan dengan perilaku Rasulullah Saw. dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah Saw. yang digambarkan oleh Sayyidah ‘Aisyah Ra. bahwa akhlaqnya adalah Al Qur’an menjadi teladan bagi umat manusia dalam semua sisi kehidupan. Mutiara-mutiara akhlaq yang diajarkan Islam dapat kita lihat juga pada perilaku para sahabatnya yang telah digembleng oleh Rasulullah Saw, demikian juga para salafuna al shalih generasi setelahnya. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq”.
Diantara akhlaq yang diajarkan kepada kita adalah sifat jujur dan amanah, berikut ini akan kita paparkan beberapa hal yang berkaitan dengan sifat jujur dan amanah, semoga kita dapat menghiasi diri kita dengan sifat ini dan sifat-sifat terpuji lainnya. Amin
Definisi sifat jujur dan amanah
Jujur dalam bahasa arab al shidqu yang berarti kesesuaian sebuah berita dengan realita. Sedangkan dalam istilah jujur berarti kesesuaian perkataan dan perbuatan seorang hamba secara lahir terhadap batinnya dengan catatan tidak bertentangan dengan prinsip-prnsip syari’at.
Sedangkan amanah secara bahasa berasal dari kata "amânah" lawan dari "khiyânah" (pengkhianatan). Dalam istilah amanat berarti setiap tanggung jawab yang dipasrahkan kepada seseorang untuk ditunaikan, baik berupa tugas-tugas agama seperti ibadah, maupun titipan.
Urgensi sifat jujur dan kedudukannya dalam Islam
Kejujuran sangat dijunjung tinggi dalam Islam, setiap muslim harus memiliki sifat ini, sebagaimana yang dituturkan oleh Allah Ta’ala dalam Alqur’an dan ditegaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits-haditsnya sebagai berikut:
- Allah Swt. mewajibkan kepada setiap muslim untuk memiliki sifat jujur, sebagaimana firman Allah Swt:
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (QS. at Taubah: 119)
Demikian juga Rasulullah saw. telah mewajibkan kejujuran kepada kita semua, dalam sebuah hadits shahih rasulullah saw. bersabda:                              اضمنوا لي ستا من أنفسكم، أضمن لكم الجنة، اصدقوا إذا حدثتم...
Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku akan menjamin bagi kalian surga, jujurlah jika kalian berbicara…”. (HR. Hakim)
-  Allah Swt. mensifati diriNya dengan sifat jujur:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?” (QS. an nisa’: 87)
- Allah Swt. mensifati para rasulNya dengan sifat jujur, seperti dalam firman Allah:
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang jujur lagi tinggi”. (QS. Maryam: 50)
-  Allah menjadikan sifat jujur sebagai tanda-tanda orang-orang shaleh, Allah Swt. berfirman:
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu[1208] dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (QS. Al Ahzab: 23)
[1208] Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.
- Nabi saw. menjadikan kejujuran sebagai asas dari setiap kebaikan, sebagaimana sabda rasulullah saw:
إن الصدق يهدي إلى البر...
“Sesungguhnya kejujuran akan menghantarkan kepada kebaikan…” (HR. Bukhari)
- Allah Swt. menjadikan kejujuran sebagai sebab keselamatan dari adzab hari kiamat dan membawanya masuk surga. sebagaimana firman Allah:
33. “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.
34. mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik,
35. agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
Nabi saw. juga bersabda:
ما من أحد يشهد ألا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله r صادقا من قلبه، إلا حرمه الله على النار".
Tiada seorang yang menyaksikan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah saw dengan penuh kejujuran dari hatinya, kecuali diharamkan oleh Allah terhadap neraka”. (HR Bukhari)
- Nabi saw. memberitakan bahwa kejujuran itu memberikan ketenangan karena sesuai dengan fitrah, sedangkan kebohongan akan mengakibat kebimbangan karena bertentangan dengan fitrah, rasulullah saw. telah bersabda:                          "دع ما يريبك إلى ما لا يريبك، فإن الصدق طمأنينة، والكذب ريبة".
Tinggalkanlah hal yang membimbangkan kalian menuju sesuatu yang tidak membimbangkan, sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kebohongan adalah kebimbangan”. (HR Turmudzi; hadits hasan shahih)
- kejujuran merupakan sebab dibangkitkannya seseorang bersama para Nabi, orang-orang syahid, dan orang-orang shaleh, tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi dari ini. Allah swt. Berfirman:
69. “Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.
70. yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui”. (QS. An Nisa’: 69-70)
[314] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.
Secara umum, kejujuran akan membukakan pintu kebaikan bagi pemilik sifat ini, yang pada akhirnya akan menghantarkan seseorang menggapai ridha Allah dan surgaNya. Disamping itu kejujuran akan dapat menyebabkan kemajuan masyarakat muslim, dengan demikian akan menjadi teladan di mata masyarakat non muslim, yang pada gilirannya akan membukakan pintu bagi mereka untuk masuk Islam, sebagaimana yang terjadi pada masyarakat di belahan asia, Afrika, dan Eropa.

Bentuk-bentuk kejujuran
Ada beberapa bentuk kejujuran yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap muslim, yaitu:
1.       Kejujuran lisan (shidqu al lisan)
Kejujuran lisan yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realita yang terjadi, kecuali untuk kemashlahatan yang dibenarkan oleh syari’at seperti dalam kondisi perang, mendamaikan dua orang yang bersengketa atau menyenangkan istri, dan semisalnya. Rasulullah saw. bersabda:
اضمنوا لي ستا من أنفسكم أضمن لكم الجنة: اصدقوا إذا حدثتم، وأوفوا إذا وعدتم، وأدوا إذا ائتمنتم، واحفظوا  فروجكم، وغضوا أبصاركم، وكفوا أيديكم".
Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku menjamin bagi kalian surga: jujurlah jika berbicara, penuhilah jika kalian berjanji, tunaikan jika kalian dipercaya, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan kalian, dan tahanlah tangan kalian”. (HR Hakim)
2.       Kejujuran niat dan kemauan (shidqu an niyyah wa al iradah)
Yang dimaksud dengan kejujuran niat dan kemauan adalah motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam semua kondisi adalah dalam rangka menunaikan hukum Allah Ta’ala dan ingin mencapai ridhaNya. Dalam hal ini Rasul saw. bersabda:                من طلب الشهادة صادقا أعطيها، ولو لم تصبه
Barang siapa menginginkan syahid dengan penuh kejujuran maka dia akan dikaruninya, meski tidak mendapatkannya”. (HR Muslim)
3.       Kejujuran tekad dan amal (shidqu al ‘azimah wa al ‘amal)
Jujur dalam tekad dan amal berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang diridhai oleh Allah Swt. dan melaksanakannya secara kontinyu. Allah Swt. Berfirman.
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu[1208] dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (QS. Al Ahzab: 23)
[1208] Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya  .
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 177)
4.       Kejujuran dalam maqam-maqam agama
Kejujuran ini merupakan derajat yang paling tinggi, seperti kejujuran dalam khauf (takut kepada murka Allah), raja’ (berharap terhadap rahmat Allah), zuhud, ridha, tawakkal, cinta dan yang semacamnya. Allah Swt. berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al Hujurat: 15)
Urgensi amanat dan dalil-dalilnya
a. Menunaikan amanat termasuk melaksanakan perintah Allah Swt. dan RasulNya Saw.
Allah Swt. dan RasulNya Swt. di dalam Al Qur'an maupun sunnah banyak menganjurkan dan memerintahkan kita untuk menunaikan amanat, serta melarang kita untuk berkhianat. Karena termasuk perintah Allah, maka menunaikan amanat merupakan implementasi dari ketaqwaan seorang muslim kepada Allah Swt.
Di dalam Al Qur'an, Allah Swt. berfirman dalam surat an nisa' ayat: 58
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat."
Rasulullah Saw. telah bersabda:                        "أد الأمانة لمن ائتمنك ولا تخن من خانك"
"Tunaikan amanat kepada orang yang telah mempercayakan kepadamu, dan jangan mengkhiyanati orang yang telah mengkhiyanati kamu".
b. Allah akan memberikan kemudahan dan solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Karena menunaikan amanat merupakan implementasi dari ketaqwaan terhadap Allah Swt, maka seorang yang menunaikan amanat akan diberi Allah kemudahan dalam urusannya, dan solusi dari problem-problem yang dihadapinya, bahkan akan diberinya rizki tanpa diduga-duga. Ini sesuai dengan janji yang diberikan oleh Allah bagi orang yang bertaqwa, seperti dalam surat At thalaq ayat 2 dan3
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
c. Menunaikan amanat menjadi standar dari kedekatan seseorang kepada Allah Swt.
Dalam surat al hujurat ayat: 13 Allah Swt. berfirman:

"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal."
d. Surga dijanjikan bagi orang-orang yang bertaqwa (termasuk menunaikan amanat)
Allah Swt. telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat: 133:
* "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."
Bagaimana kita menuakan amanat?
Agar dapat menunaikan amanat-amanat dengan baik, kita harus bisa menundukkan hawa nafsu.
Rasullullah Saw. bersabda: “Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”
Maka kita perlu selalu mengadakan introspeksi diri dan evaluasi, tidak hanya pada akhir tahun, akhir bulan, akhir hari, atau akhir jam saja, tapi setiap keluar masuknya nafas perlu kita evaluasi, apakah langkah kita sesuai dengan tuntunan Allah atau sebaliknya.
Umar Bin Khathab mengatakan: “Evaluasilah dirimu sebelum kalian semua dievaluasi dan timbanglah amal-amal kalian sebelum ditimbang untuk kalian”.
Amanat yang dipikul oleh manusia, sangat erat kaitannya dengan interaksi dengan Allah Swt, diri sendiri, manusia, dan interaksinya dengan alam di sekitarnya. Dalam menunaikan amanah, seorang mu’min selalu berharap agar seluruh gerak dan aktivitasnya menjadi penghambaan diri terhadap Allah untuk menggapai ridhaNya.
Dalam berinteraksi dengan Allah, amanat yang harus kita tunaikan adalah mengimani kebenaran ajaran-ajaranNya, meyakini bahwa ajaran-ajaran tersebut  demi kemaslahatan hamba-hambaNya, menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, atau yang kita kenal dengan taqwa.
Terhadap diri sendiri, amanat yang harus kita tunaikan adalah dengan memenuhi hak-hak diri kita, baik kebutuhan jasmani, rohani, maupun akal kita. Dengan menjaga kesehatan fisik, beribadah, belajar, dan hak-hak lainnya. Alangkah indahnya kalau kita mampu memenuhi hak-hak diri kita, memperkaya diri dengan kebaikan, siraman rohani, kedamaian, kejujuran dan selalu berdzikir kepadaNya.
Dalam interaksi dengan sesama manusia, amanah yang harus kita tunaikan adalah dengan memenuhi hak-hak saudara kita, baik yang bersifat materi maupun maknawi. Yang menjadi pemimpin dengan menjalankan kewajibannya secara maksimal, memperhatikan hak-hak orang yang dipimpin. Bagi rakyat yang dipimpin, dia punya tugas untuk mentaati pemimpinnya selagi tidak memerintahkan kemaksiatan, memberi nasehat jika tindakan-tindakannya menyimpang dari kebenaran, dan memberi kesaksian terhadap wakil-wakil rakyat yang memiliki kapabilitas, kepedulian dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui pencoblosan dalam pemilu.
Demikian juga termasuk kategori amanat ini, melaksanakan tugas-tugas kantor dengan sebaik-baiknya, seorang bapak bertanggung jawab atas keluarganya, seorang ibu membantu suami dalam mendidik anak-anak, menjaga rumah dan sebagainya.
Menjadi amanat seorang mukmin juga terhadap sesama manusia, hak-hak kerabat, tetangga, teman dan saudara-saudara kita seiman. Saling menasehati dan tolong-menolong dalam kebaikan, membantu saudara-saudara kita yang sedang tertindas, baik bantuan moral maupun material, paling tidak kita doakan mereka dalam munajat-munajat kita kepada Allah Swt, saudara-saudara kita di Palestina, Moro, Checnya, Kasymir, di Indonesia dan di seluruh penjuru dunia. Sudahkah kita merasakan sakitnya saudara-saudara kita yang sedang tertindas, meneteskan air mata karena kesakitan mereka, sudahkan kita menginfaqkan sebagian harta untuk membantu mereka.
Sedang amanat yang harus kita tunaikan terhadap alam di sekitar kita, dengan memanfaatkan sumber daya alam sesuai dengan fungsinya, tidak menganiaya binatang, selalu teringat akan kebesaran Allah saat melihat ciptaanNya, teringat bahwa semua ciptaan Allah bertasbih kepadaNya, dan semuanya diciptakan untuk kepentingan manusia, Maha Suci Allah tidak sia-sia Engkau menciptakannya.
Hanya diri kita yang dapat mengevaluasi, sejauh mana amanat-amanat sudah kita tunaikan, sebelum dievaluasi oleh Allah di hari kelak. Hasil-hasil evalusi yang kita peroleh menjadi acuan bagi kita untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan maupun kesalahan yang kita perbuat. Dan tidak cukup dengan evaluasi atau muhasabah, tapi harus dilanjutkan dengan mujahadah, bersungguh-sungguh memperbaiki kekurangan dan kesalahan, bahkan ini yang paling penting, karena banyak orang tahu akan kesalahan-kesalahannya, tapi tidak mau memperbaiki, bahkan mengulangi kesalahan yang sama, atau melakukan kesalahan yang lebih parah dimasa-masa berikutnya.
Penutup
Maka mulai hari ini, kita ikrarkan dalam diri kita untuk menjadi orang yang jujur dan amanah dengan membuka lembaran baru, niat yang baru, semangat baru dan pola pikir yang baru pula, melangkah ke depan menuju jalan yang di ridhai oleh Allah Swt. Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin dialah orang yang beruntung, barang siapa hari ini sama dengan kemarin dialah orang yang tertipu, dan barang siapa hari ini lebih jelek dari kemarin dialah orang yang binasa. Wallâhu a’lam

Tidak mementingkan diri Sendiri

Pujangga W.H Auden menyindir, “kita berada di bumi sini untuk berbuat baik bagi sesama. Untuk apa sesama kita berada disini, saya tidak tahu”. Tak ada tim yang sukses kecuali pemain-pemainnya mendahulukan sesamanya dalam tim tersebut ketimbang diri sendiri. Tidak mementingkan diri sendiri itu tidak mudah, tetapi perlu.

Sebagai anggota tim, bagaimanakah anda kembangkan sikap tidak mementingkan diri sendiri? Mulailah dengan melakukan yang berikut:

1. Bersikaplah Murah Hati
St. Francis dari Assisi menyatakan,”semua sikap mengambil akan memisahkan anda dari sesama; semua sikap memberi akan menyatukan anda dengan sesama”, inti dari sikap tidak mementingkan diri sendiri adalah sikap murah hati. Itu tidak saja membantu menyatukan tim, melainkan juga membantu memajukan tim. Kalau para anggota tim bersedia memberikan diri mereka secara murah hati bagi tim, timnya siap meraih sukses.

2.Hindarilah Politik Internal
Salah satu bentuk sikap mementingkan diri sendiri yang paling buruk dapat dilihat pada orang-orang yang berpolitik dalam tim. Itu biasanya berarti memposisikan diri demi keuntungan mereka sendiri, terlepas dari bagaimana hal itu mungkin merusak hubungan-hubungan di dalam tim. Tetapi pemain-pemain tim yang baik lebih mengutamakan keuntungan rekan-rekan satu timnya ketimbang diri sendiri. Sikap tidak mementingkan diri sendiri seperti itu membantu rekan-rekan satu tim dan menguntungkan sang pemberi. Ilmuan luar biasa, Albert Einstein, pernah mengatakan, “seseorang baru mulai hidup ketika ia bisa hidup diluar dirinya sendiri”.

3.Perhatikanlah Kesetiaan
Kalau anda perlihatkan kesetiaan kepada orang-orang dalam tim anda, mereka akan membalasnya. Yang jelas demikianlah kasusnya dengan Kolonel Toosey. Berulang-ulang ia mempertaruhkan nyawanya demi orang-orangnya, dan akibatnya mereka bekerja keras, melayaninya dengan baik, dan menyelesaikan misi apapun yang diberikan kepada mereka – bahkan dalam keadaan yang paling sulitpun. Kesetiaan mendorong kesatuan, dan kesatuan melahirkan sukses tim.

4. Utamakanlah Kesaling-bergantungan Ketimbang Kemandirian
Di Amerika, orang-orang sangat menghargai kemandirian karena seringkali disertai dengan inovasi, kerja keras, dan kesediaan membela apa yang benar. Tetapi kemandirian yang keterlaluan adalah ciri-ciri sikap mementingkan diri sendiri, terutama kalau mulai membahayakan atau menghambat sesama. Seneca menyatakan, “Orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, yang mengubah segalanya demi keuntungan diri sendiri, takkan dapat hidup bahagia. Anda harus hidup demi sesama anda kalau ingin hidup demi diri sendiri”.

Agar semakin tidak mementingkan diri sendiri, anda perlu:
Mempromosikan orang lain ketimbang diri sendiri
Mengambil peran yang bukan utama, dan
Memberi secara diam-diam

menjauhi sifat egois

Pribadi egois adalah pribadi yang melihat segala sesuatu dari kacamatanya. Ia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang, dan selalu menuntut orang untuk mengikuti pendapatnya. Pribadi egois juga pribadi yang mementingkan dirinya sendiri, dia tidak bisa mempertimbangkan kebutuhan orang, senantiasa mengedepankan kebutuhannya di atas kebutuhan orang lain.
Dapat disimpulkan bahwa pribadi yang egois adalah pribadi yang susah sekali untuk tulus, sebab ujung-ujungnya untuk kepentingannya sendiri.
Ada beberapa tips untuk menghilangkan sifat egois:
1. Selalu positive thinking pada orang lain, jangan biarkan pikiran negatif masuk kepikiranmu.
2. Jangan suka membanding-bandingkan diri kamu dengan orang lain.
3. Kembangkan empati kamu terhadap orang lain.
4. Kembangkan sikap melayani dan mendahulukan kepentingan orang lain.
5. Senyum dunkz!
Menjadi egois adalah penting. Namun, jangan jadikan egois sebagai sifatmu, gunakan egois seperlunya saja. OK?!
Sekali lagi, semua kembali ke diri kita masing-masing. Dan jangan lupa berdo’a kepada Allah agar hati kita dapat di kontrol dan kita selalu diberikan hidayah-Nya. Karena hanya Allah yang dapat membolak-balikkan perasaan manusia.
Wassalamu’alaikum..

Sifat Penyabar

Sabda Nabi S.A.W. yang bermaksud:
“…dan sesiapayang bersabar, maka Allahakan mejadikan dirinya penyabar, dan tiada pemberian yang Allah berikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas manfaatnya daripada kesabaran.”

Riwayat Bukhari & Muslim

Pengajaran:
1. Sabar adalah sifat mulia (mahmudah) yang mesti dimiliki oleh setiap umat islam

2. Untuk memiliki sifat sabar, perlulah mempunyai latihan yang berterusan.

3. Orang yang berusaha melatoh dirinya bersabar dan terus bersabar adalah orang yang dikasihi serta dekat dengan Allah SWT. Allah memandangnya dengan pandangan rahmat.

4. Orang yang bayak bersabar dalam membentuk dirinya untuk menjadi seorang penyabar (as-sobirrun), tidak akan disia-siakan Allah. Akhirnya, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai hamba yang penyabar.

5. Apabila seseorang memiliki sifat sabar, maka ia telah memiliki kebaikan dan keuntungan yang banyak.

6. Apabila seseorang dianugerahkan sifat sabar, maka ketahuilah bahawa Allah Taala mehu memberikan kepadanya manfaat yang besar lagi luas, berpanjangan dari dunia sampai ke akhirat.


7. Antara keutamaan sifat sabar ialah:

>> Masuk syurga tanpa hisab (perhitungan)

>> Diampunkan dosa-dosa yang lalu

>> Memiliki iman sejati


SEKADAR BERKONGSI....

Kamis, 10 November 2011

curhat sahabat

Malam ini masih sama seperti malam kemarin..
Malam kemarin masih sama seperti malam-malam sebelumnya..
Terus..apanya yang berbeda???..yah..betul juga ya...apanya yang beda??
Bukanya setiap malam itu sama saja??..
Gelap...kadang dingin mendera..kadang kering,sehingga merontokkan bulir-bulir keringat di tubuh..

Dan ketika aku mulai malas memikirkan persoalan malam..
Sebuah kata melintas di alam pikirku.."Doa"
Sederhana...tapi aku tergelitik untuk melakukanya..
Aku mencoba memejamkan mataku..mengosongkan berbagai halilintar di otakku..mencoba menikmati gelap dan keheningan di sekitarku..

Lalu meluncurlah kata-kata yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya..

"Ya Allah...hamba hanyalah mahluk yang penuh dosa..
Yang tidak pernah mensyukuri apa arti tenang dan keagunganya..Setiap kali aku malah berteriak Jenuh..tanpa menyadari..ada dirimu disisiku..
Aku bahkan tak pernah bercerita padamu tentang Riangku, candaku, sedihku, gundahku dan bahagiaku..
Padahal telah kau ciptakan Waktu yang begitu tenang untukku,agar berbagi cerita padamu.."

Sederhana...tapi kalimat tak berskenario itu malah menciptakan sensasi yang luar biasa di hatiku..
Airmataku mengalir tanpa aku bisa membendungnya..aku telah melupakan Sahabat terbaik..

Malam ini berbeda dari malam-malam sebelumnya...
dan tanpa malu-malu aku mengakui,
bahwa aku sekarang membutuhkan malam..untuk.. "Curhat Sahabat"...

crhat wanita berjilbab

Banyak yang tidak percaya dan penasaran dengan kalimat “Tergila-gila wanita berjilbab sejak balita” dalam tulisan Facts About Donny Reza. Beberapa diantaranya adalah teman kerja saya. Sebagian besar yang bertanya merasa tidak percaya bahkan menganggap saya hanya sekedar bercanda. Salah satu yang penasaran adalah ‘rekan’ penulis buku Istikharah Cinta, mbak Soraya Fadillah, yang dapat dibaca di komen ini. Asli nih, bakal panjang!!

Sejak kecil, saya sering dititipkan oleh orang tua saya ke tempat saudara-saudara mereka. Minggu ini di rumah Paman saya di Sumedang, minggu depan saya sudah di Nenek saya di Garut, esoknya di rumah Uwak saya di Cianjur. Maklum, jarak antara saya dan adik saya dan adik bungsu saya memang sangat rapat. Saya dan adik perempuan saya berselang satu tahun setengah, adik perempuan saya dengan si bungsu berselang 2 tahun. Sebagai anak yang paling tua, saya harus rela berbagi kasih sayang dengan kedua adik saya. Namun, saya dapat kasih sayang dari keluarga yang lain. Tentu saja.

Saya lupa lagi kapan tepatnya, yang jelas sebelum saya masuk SD, suatu hari saya diajak oleh paman saya untuk bertemu dengan teman-temannya. Saya masuk SD tahun 1988. Bagi Donny kecil saat itu yang penting dibelikan Teh Botol atau Teh Kotak, Donny kecil pasti ikut. Apalagi paman saya tersebut yang ‘meracuni’ saya dengan Teh Botol dan Teh Kotak.

Saat itulah, saya melihat sesosok wanita yang berbeda dari biasanya. Saya masih saja ingat, dengan pakaian berwarna merah agak tua dan jilbab bercorak dengan warna dasar sama, wanita tersebut sangat menonjol dibandingkan yang lainnya. Wanita tersebut sangat cantik dan manis di mata Donny kecil saat itu. Dan dia juga hanya satu-satunya wanita berjilbab saat itu diantara teman-teman Paman saya. Cinta pertama Donny? Entahlah. Kurang mengerti saya.

Tahun 80-an barangkali adalah masa perjuangan bagi para wanita berjilbab karena seringkali mendapatkan ‘perlawanan’ dari tempatnya sekolah atau bekerja. Kalau pun ada yang berjilbab, biasanya ibu-ibu dan nenek-nenek, anak muda jarang. Donny kecil tidak mengerti soal itu, yang jelas sejak saat itu, dalam benak Donny kecil sudah tertanam sesosok wanita seperti itu.

Waktu berlalu, Donny kecil beranjak menjadi Donny ABG. Sekitar kelas 6 SD Ibu saya mengikutsertakan saya belajar mengaji di sekitar kompleks tempat tinggal kami. Pengajarnya beberapa orang mahasiswa, berjilbab semua. Donny ABG menemukan kembali mutiaranya yang hilang. Donny ABG semangat datang ke tempat itu bukan untuk mengaji, tapi untuk bisa dekat-dekat dengan mutiara-mutiara itu. Saya jadi berpikir, jangan-jangan anak jalanan yang sekarang ‘diurus’ oleh sahabat-sahabat saya juga memiliki pikiran yang sama dengan Donny ABG ya?

Hanya saja, kegiatan mengaji tersebut tidak berlangsung lama. Donny ABG sudah beranjak menjadi anak SMP. Saat itu Donny ABG mulai mengenal yang namanya Cinta sama Monyet. Donny ABG jatuh cinta sama salah seorang wanita paling cantik di SMP tersebut. Gebetan sekaligus saingan, sebab dalam 3 tahun di SMP tersebut Donny ABG dan gebetan selalu berebut posisi siswa teladan. (Gini-gini juga mantan siswa teladan)

Awalnya dia tidak berjilbab. Suatu pagi Donny ABG kebingungan karena tidak menemukan sang gebetan. Namun, Donny ABG terkejut melihat seorang wanita berjilbab di lapangan sedang mendapat hukuman karena datang terlambat. Dan ternyata, itu dia!! Wow! Makin kelihatan cantik. Dan, lagi-lagi, Donny ABG serasa menemukan kembali mutiaranya yang hilang. Ketika itu, dia merupakan siswi pertama di SMP tersebut yang memakai jilbab. Sejak saat itu, sahabat-sahabatnya pun banyak yang memutuskan untuk mengikuti jejaknya. Saya sendiri jadi sangat termotivasi untuk shalat, biasanya hanya shalat maghrib saja, kala itu jadi rajin.

Waktu berlalu. Masa perpisahan tiba. Donny ABG memilih untuk melanjutkan ke sekolah favorit di Bogor. SMUN 3 Bogor. Sang gebetan memilih untuk ke Pesantren Gontor. Kami berpisah. Tanpa pernah ada pernyataan “cinta” atau “suka” diantara kami, meskipun kata teman-teman saya dia menunggu pernyataan itu. Yah, Donny ABG memang tidak pernah PD soal cinta-cintaan. Sebenernya sampai sekarang juga begitu. Kabar terakhir, dia sudah menjadi seorang ustadzah sekarang. Alhamdulillah.

Saatnya masa SMA. Masa yang katanya paling indah. Memang, saya pun mengakui. Di sini Donny ABG menemukan juga tambatan hati yang lainnya. Halah. Sama, sang tambatan hati awalnya belum memakai jilbab. Lagi, hari pertama kelas 2, Donny ABG dikagetkan dengan peristiwa yang sama. Sang tambatan hati memakai jilbab juga, meskipun saat itu sudah mulai banyak yang memakai jilbab. Sejak hari itu, saya merasa hal semacam itu menjadi sebuah “kutukan” buat saya. Namun, kutukan yang baik tentunya.

Mengapa kutukan? Begini…Di dalam kepala saya mungkin sudah banyak lintasan-lintasan pikiran mengenai beberapa nama wanita. Hanya lintasan pikiran saja. “Kalau si A gimana ya?“, “Kalau si B gimana ya?“. Baik yang berjilbab, maupun yang tidak. Herannya, hampir semua wanita tidak berjilbab yang sempat saya pikirkan itu, sekarang memakai jilbab. Sebagian besar. Hanya saja, saya tidak mungkin menyebut nama. Ini tentu saja mengherankan saya. Bahkan sempat terpikir, “jangan-jangan kekuatan pikiran saya yang menyebabkan mereka memakai jilbab“. Hihi. Saya nggak ngerti soal itu. Saya juga bukan peramal. Bagi saya hanya sebuah ‘kebetulan’ saja, atau mungkin juga insting saya yang cukup tajam.

Akan tetapi, jangan diartikan teman-teman saya yang memakai jilbab juga karena saya pun pernah memikirkannya. Bisa merusak tatanan persahabatan. Itu sih kesadaran mereka sendiri. Untungnya, kalau wanita berjilbab yang masuk ke dalam pikiran saya tidak satu pun yang akhirnya membuka kembali jilbab mereka. Malah biasanya semakin istiqamah.

Masa SMA dilalui kurang lebih sama dengan masa SMP. Maksudnya dalam urusan cinta-cintaan. Donny ABG tidak pernah merasakan pacaran, sampai sekarang. Untungnya hal tersebut jadi sesuatu yang saya syukuri sekarang. Saya masih orisinil, beruntung banget kan yang jadi istri saya? Heu3x.

Perlu dicatat, dengan kedua wanita berjilbab yang saya ceritakan di sini, jarang sekali saya mengobrol dengan mereka. Kecuali setelah lulus. Ah, Donny memang seperti itu. Tidak pernah PD kalau urusan wanita. Sekalinya ke-PD-an, malah patah hati berbulan-bulan. Heu3x. Makanya, sekarang saya tidak terlalu tertarik lagi urusan cinta-cintaan zaman ABG dulu. Lebih tertarik ikutan jalurnya Fahri di Ayat-ayat Cinta

Baru setelah lulus SMA, saya mulai membatasi diri untuk ‘mencari’ dan mensyaratkan jilbab untuk calon pendamping. Alasan saya sederhana. Wanita berjilbab 99% Muslim. Saya tidak perlu repot mengira-ngira lagi, “agama dia apa ya?“. Sudah jelas, meskipun di Indonesia muslim masih mayoritas. Sesuai juga dengan apa yang tercantum dalam Al-Quran, “agar mudah dikenali“. Meskipun tidak selalu, tapi jilbab juga merupakan simbol ketaatan, simbol keshalihan. Kalau pada Allah Yang Maha Agung saja taat, mestinya ke suami juga taat. Dalam arti yang positif tentunya. Dan bagi saya, jilbab juga sebuah simbol pembebasan, bukan pengekangan.

Saya merasa, peristiwa masa kecil yang telah terjadi merupakan sebuah pengkondisian dari Allah untuk saya. Sampai akhirnya saya pernah dan masih serta mudah-mudahan selalu istiqamah untuk terlibat dalam organisasi yang -katanya- bergerak di bidang dakwah. Satu hal lagi yang sebetulnya patut saya syukuri. Perlu saya akui bahwa orientasi hidup saya berubah cukup drastis setelah berkecimpung di ranah dakwah yang berat berliku tajam dan kadang-kadang menukik. Meskipun, sejujurnya saya menjalaninya masih setengah-setengah, bahkan saya masih merasa belum berdakwah sama sekali, masih takut-takut dan malu-malu gitu deh. Tanda kurang iman sebetulnya.

So, begitulah. Asal muasal mengapa saya lebih tertarik wanita berjilbab. Awalnya faktor psikologis masa kecil, kemudian dikuatkan dengan peristiwa-peristiwa yang ‘memaksa’ saya tidak bisa lepas dari kutukan baik ini. Akhirnya, semuanya saya lakukan dengan penuh kesadaran dan menjadi pilihan hidup saya juga. Dan saya sangat bersyukur untuk itu.

curhat Air Mata dan curhat Wanita bagaimana kita mensikapinya

menurutku air mata wanita bukanlah suatu kelemahan, tapi itu suatu jalan yang diberikan Allah kepada wanita untuk menstabilkan emosinya ketika emosinya sedang memuncak. sama halnya dengan laki-laki jika emosi sudah memuncak maka dia akan memukul atau bertarung dengan orang yang buat dia emosi, atau meninggalkan tempat yang membuatnya emosi menuju tempat yang sepi untuk menyendiri dan ga boleh ada orang yang mengganggunya. nah kalau di wanita caranya beda, yaitu dengan menangis.

curhat merupakan cara lain wanita untuk menenangkan atau menstabilkan emosinya. ketika wanita kena masalah, dia akan cenderung mencari orang yang dia percayai untuk bercurhat masalah yang sedang dia hadapi. dengan kita mendengarkan curhatannya, berarti kita sudah berhasil membantu dia mengatasi sebagian besar masalahnya. sebenarnya ketika dia kena masalahnya, dia itu sudah tahu jalan keluarnya, tapi karena masih emosi, solusi itu seolah-olah tidak muncul di pikirannya. nah setelah curhat pada orang yang dia percayai dan emosinya mulai stabil, barulah solusi yang memang sudah ada di otaknya nampak dengan jelas di pikirannya.

kesalahan terbesar laki-laki yang sering tidak dirasakan adalah, ketika wanita curhat dia malah banyak berkomentar atau ngasih solusi yang belum dibutuhkan wanita. sabarlah dalam mendengarkan curhatan wanita samapai dia bertanya tentang pendapat kita atau sampai dia bertanya solusi yang tetap terhadap masalahnya menurut kita, baru setelah itu kita berkomentar. biasanya kalau kita berkomentar sebelum dia minta dikomentari, wanita akan merasa bahwa kita ga mengerti perasaannya, dan dia jadi kecewa.

ketika sedang bercurhat, yang dibutuhkan wanita adalah orang yang mau mendengarkan curhatannya, bukan orang yang punya seribu komentar.

untuk lebih tau lebih jelas tentang masalah ini silahkan baca buku “Man is from mars, women is from venus” karya John Gray, sudah diterbitkan oleh Gramedia dengan judul yang sama.

curhat masalah anak sekolah

Curhat masalah anak di sekolah

11/04/2006
----- Original Message -----

From: DA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Akhirnyaa....bisa cuthat juga..

Kuping ini rasanya panas kalau dengar ada orang yang ngomongin masalah anak autis. Seminggu yang lalu, di TK anakku, ada sekumpulan ibu2 yang ngomongin si 'A' (anak autis di kelas anak mereka, yang menurut mereka sangat mengganggu, dan tidak seharusnya bersekolah di TK itu.

Hari jumat kemarin, ada satu orang tua murid yang marah2 sama pengasuhnya Izzan juga guru kelasnya, karena anaknya digigit sama Izzan. Sampai bilang bahwa dia akan keluarkan anaknya kalau Izzan enggak keluar dari sekolah itu. Sebagai ortu, saya sangat mengerti perasaan si ibu itu. Sabtu kemarin saya datang ke sekolah untuk bicara sama guru kelasnya Izzan, ternyata menurut gurunya, anak yang digigit itu memang pernah digigit sama Izzan beberapa hari yang lalu, karena dia ganggu Izzan. Terakhir tangannya memang biru, tapi itu karena dia gigit sendiri tangannya.

curhat remaja sekarang

Apakah sebagai orang tua kita pernah bertanya sama anak kita yang menginjak remaja, “Gimana teman kamu , apakah semuanya asik-asik?”, atau ” Kamu sekarang sudah punya pacar ,belum?”…Atau mungkin, ada masalah nggak dengan pelajaran sekolah kamu?”

Mungkin kita yang bisa menempatkan diri sebagai teman dari anak-anak kita, kita pernah bertanya seperti itu. Tapi kita yang jarang bertemu dengan anak, bisa jadi tidak pernah bertanya tentang masalah yang mereka hadapi. Padahal, anak yang beranjak remaja, mulai lulus SD (istilahnya ABG-Anak Baru Gede), mulai banyak masalah yang mereka hadapi. Mulai masalah menstruasi (ABG cewek), punya pacar, masalah dengan teman (bullying), dengan guru dan masalah dengan sekolahnya. Belum lagi masalah pergaulan bebas dan gempuran media yang mengepung mereka (film, sinetron remaja, internet ). Jelas mereka punya masalah yang kompleks.

Saya sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi praktisi radio.Selalu mendampingi teman-teman yang menginjak remaja untuk bisa sharing dan berusaha membantu menyelesaikan masalah mereka. Saya menempatkan diri sebagai teman yang bisa diajak bicara dan diskusi. Ada Program Suka Suka yang diantaranya mewadahi teman-teman remaja yang online dan via SMS.

Sungguh banyak hal yang sangat mengagetkan saya. Setiap hari hampir seratus SMS yang masuk. Mereka curhat masalah yang menimpa mereka. Kebanyakan mereka cerita tentang pacarnya, dan masalah lain yang sangat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Mereka bingung, tak tahu harus dengan siapa mereka harus cerita. Pertanyaannya adalah, bukankah mereka masih punya orang tua? KEmana ortu mereka? Mengapa tidak ada komunikasi dengan anak? Seberapa sibuknya orangtuanya?

Beberapa hal yang membuat prihatin dari curhat mereka:

- Mbak, kalo pacaran itu apakah wajib kissing?

- Apakah kalau ML satu kali aja bisa membuat hamil?

- Mbak, aku pacaran dengan cowok yang ternyata sudah menikah. Gimana nih diterusin atau tidak?

- Tiap kali aku ketemu sama pacarku, dia selalu minta ML. Aku tidak bisa menolak.Takut diputusin.Gimana nih?

- Mbak , aku disukai sama tiga cowok. Aku harus milih yang mana ya?

Luar bisa seru pertanyaan dari mereka. Ada yang membuat prihatin , ada yang lucu dan ada yang bikin mengelus dada. Nah , apakah sebagai orangtua kita akan membiarkan anak-anak kita terombang ambing dalam masalah yang dihadapinya? Bukankah kita punya tanggungjawab yang besar untuk menjawab semua pertanyaan anak kita?

Jangan biarkan anak kita bertanya pada pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita akan menyesal di kemudian hari. BErikan anak kita buku-buku atau media yang menjelaskan tentang problema remaja. Karena mereka sangat butuh informasi tentang apapun. Tentang proses kedewasaan, info seputar organ seksualnya, info pergaulan yang benar dan info hiburan/komunitas yang baik.Dekatilah anak-anak, jadilah sahabat mereka. Kelak kalau kita sudah dianggap teman terbaik, mereka tak kan bertanya lagi pada orang lain yang tak bertanggungjawab. Karena orangtua adalah sumber informasi terbaik dan terpercaya.

Semoga kita bisa menjadi sahabat anak kita yang beranjak remaja.

Kamis, 03 November 2011

komunitas curhat

curhat adalah tempat orang untuk mecurahkan isi hatinya ..
kunjubgi blog ini yaaa